"Manusia amat membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka kepada
makanan dan minuman, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dalam sehari
atau dua kali, sedang ilmu dibutuhkan setiap saat"(Imam Ahmad)
Ketika era th 2001 telah memasuki ruang kehidupan kita, maka
semakin kita maju tatanan ilmu pengetahuan dan teknologinya, dimana telah mampu
mengubah sikap dan pandangan hidup manusia terhadap keberadaan dirinya dan
terhadap alam beserta isinya. Kemampuan iptek tersebut mampu menentramkan jiwa
dan tubuh kita dengan berbagai kemudahan yang dimilikinya sebagai suatu kekayaan
juga mendatangkan manfaat yang cukup besar bagi sejarah budaya dan peradapan
makhluk Allah SWT yang mulia ini misalnya dulu ketika jaman kakek moyang kita ke
tempat pedesaan terpencil dengan mersikil(jalan kaki) tetapi sekarang dengan
mercedes.
Tetapi dibalik itu, telah mengakibatkan berbagai dampak yang
merugikan dan mengarah pada kebodohan ataupun kemalasan dalam beragama. Walaupun
telah didengung-dengungkan "setimbang" dunia dan akherat namun kenyataannya
semakin kita mengejar ketinggalan dalam ilmu pengetahuan teknologi semakin jauh
juga kita meninggalkan agama Islam ini entah karena lalai ataupun menyepelekan
ilmu agama dengan memilah-milah informasi yang kita terima.
Lho buktinya ? Bisa jadi kita faham nama ilmuwan dan penemuannya
seperti Albert Einstein dengan E=MC2 , Thomas Alva Edison dengan bola lampunya,
ataupun Alexander Graham Bell dengan teleponnya, dll. Namun kita lalai atau
tidak tahu ketika ditanya nama ulama dengan hasil karyanya seperti Imam
Malik..?Imam Syafi'i...?, Imam Ahmad...? Imam Ibnu Katsier..? dst. (Jawabannya
diakhir tulisan).
Juga bisa saja kita tanyai seseorang siapakah pahlawan-pahlawan
nasional yang berperan dalam perang kemerdekaan maka jawabannya...survey
membuktikan !?(lho..) Namun apabila ditanya siapakah mujahidin-mujahidin dalam
perang Badar yang dijamin masuk surga ? ...Maka jawabannya (umumnya)tidak tahu
atau sebentar lihat buku sejarah nabi dulu! Atau kalau dia ditanya bagaimanakah cara menjalankan progam
internet explorer misalnya maka akan lancar kita terangkan bagaimana
mengaktivkannya, lalu memilih ikon-ikonnya dan memilih menu-menu mana yang wajib
digunakan, lebih baik dipakai atau ditinggalkan maupun dinon-aktivkan, maka kita
yang pernah belajar di sekolah maupun di rumah insya'Allah pasti bisa
menerangkan.
Namun ketika ditanya bagaimana cara menjalankan shalat yang sesuai
dengan tuntunan Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam dengan dalilnya yang shahih,
tentu kita akan kelabakan menjawabnya secara langsung karena umunya kita sholat
menurut saja cara bapak kita ataupun guru kita tanpa bertanya
dalilnya,jawabannya biasanya hanyalah: Pokoknya seperti ini caranya ! Karena
jarang kita secara khusus belajar seperti belajar menjalankan MS Office juga
explorer..
Di sini kita tidaklah semata-mata mempertanyakan materi
informasinya (selama tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan hadist shahih
dengan pemahaman Salafus sholeh) namun pada sedikitnya kita mempelajari ilmu
agama Islam. Mungkin kita lupa sabda nabi tentang keutamaan ilmu Islam yang
disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim hadist dari Mu'awiyah
Radhiyallahu Anhu yang berkata aku mendengar Rasulullahllahu Alaihi wa Sallam
bersabda (terj.)
"Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah membuatnya
memahami agama."
Atau yang disebutkan dalam Sunan-sunan dan Musnad-musnad hadist
dari Shafwan bin Assal yang bekata bahwa aku berkata,
"Wahai Rasulullah, aku datang mencari ilmu."Rasulullah Shallahu
Alaihi wa Sallam bersabda, "Selamat datang kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya
pencari ilmu itu dikelilingi para Malaikat dan dilindungi dengan sayap-sayapnya.
Sebagian dari mereka menaiki sebagian yang lain hingga tiba di langit dunia
karena kecintaan mereka terhadap apa yang dicari(penuntut
ilmu)."
Abu Abdullah Al-Hakim berkata,"Sanad hadist diatas shahih. Dan kita
tentu pernah mendengar Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang bodoh dalam
banyak ayat di dalam Kitab-Nya. Beberapa diantaranya (terj),
"Tetapi kebanyakan mereka itu bodoh"(Al-An'am:
111)"Tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. "
(Al-An'am:37) juga dijelaskan bahwa kebodohan termaduk sifat
penghuni neraka "Dan mereka berkata,"Sekiranya kami mendengarkan atau
memikirkan(peringatan itu) niscaya tidaklah kami temasuk penghuni neraka yang
menyala-nyala."Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaan bagi
penghuni-penghuni neraka yang
menyala-nyala."(Al-Mulk:10-11)......
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk mengkaji apa-apa
yang dibutuhkan sebagai hamba Allah agar kita tidak menyesal nantinya. Ingat
umur kita yang hanya hidup sebentar di dunia dan kekal di akherat. .Wallahu
'alamu bi showab.

0 Response to "Penuntut Ilmu dan Pentingnya Ilmu "
Posting Komentar